Friday, 2 October 2015

PEDANG SALAHUDIN Al-AYUBI ADALAH PEDANG PALING TAJAM DI DUNIA








Barangkali para pengamat ilmu beladiri dan persenjataan
mengenal bahwa katana dari Jepang adalah pedang yang paling tajam di dunia. Pedang tipe single-edge dan melengkung itu selain dipakai ninja, juga dibawa oleh kaum samurai untuk merepresentasikan status sosialnya. Biasanya dibawa berpasangan dengan wakizashi atau tanto yang digunakan untuk close-quarter combat
dimana katana digunakan untuk open-quarter combat.

                                     





( pedang katana jepang)





( Pedang damaskus, salahudin al ayubi )



Menurut ulasan ARF, Pedang Damaskus ini sangat kuat, namun tetap fleksibel sehingga ujung pedangnya dapat ditekuk hingga ke gagang pedang. Pedang ini juga sangat tajam sehingga dapat memotong pedang Eropa dengan mudah,
bahkan dikatakan dapat memotong sehelai sutra
yang dijatuhkan ke tanah. Ciri khas Pedang Damaskus adalah adanya
pattern/ pola tanda air ( watermark ) di permukaannya. Mirip dengan keris Indonesia atau
pedang Jepang memang, namun tanda air pada baja Damaskus bukan karena teknik lipatan logam, melainkan timbul secara alamiah. Penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari University of Dresden, mengungkap
sebuah rahasia yang luar biasa yaitu keberadaan carbon nanotubes (CNT) di dalam Pedang Damaskus.

 Ternyata tanpa disadari, pembuat pedang di abad ke-12 ini menggunakan teknologi
nano ketika menempa pedang tersebut. Sayangnya, teknik pembuatan pedang ini
menghilang di abad ke-18. Pada Perang Salib, pasukan Eropa dikejutkan
oleh pedang yg dimiliki oleh pasukan Arab dan Persia karena dapat dengan mudah menembus baju zirah pasukan Crusader , bahkan mampu
membelah tameng mereka. Nanoteknologi mencakup pengembangan
teknologi dalam skala nanometer, biasanya 0,1 sampai 100 nm (satu nanometer sama dengan seperseribu mikrometer atau sepersejuta milimeter). Istilah ini kadangkala diterapkan ke teknologi sangat kecil. Ruang lingkupnya juga
sangat luas, bisa merambah ke berbagai bidang seperti kedokteran,robotik, fisika,dll. Sedangkan carbon nanotubes merupakan ikatan karbon yang
berbentuk silinder dengan diameter 4 nanometer (1 nano=1/1.000.000.000).
Material yang digunakan bernama wootz steel , kaya akan kandungan carbon nanotubes. Material ini konon diimpor dari India, dan pembuatan
Pedang Damaskus terhenti karena habisnya material ini.






 apa itu nanotubes ?
Dilihat dari asal katanya “nano” yang adalah ukuran, yaitu 1 nanometer sama dengan 1 per
satu milyar meter. Anda bisa membayangkan
betapa kecilnya itu. Tube adalah suatu bentuk
seperti pipa, lihat gambar di atas (dalam dunia
engineering istilah tube tidak sama dengan pipa).
Carbon nanotubes adalah struktur lain dari atom
karbon yang sama dengan atom karbon pada
grafit yang sering kita temui sebagai bahan ujung
pensil. Dan sama juga dengan atom karbon pada
diamond. Dengan kata lain perbedaaannya hanya
ada pada struktur kristalnya.
Lalu apa hubungangannya dengan ketangguhan
dan ketajaman pedang? Carbon nanotube
mempunyai karakter yang luar biasa,
kekuatannya 20-30 kali kekuatan baja paling
kuat, demikian pula tingkat kekerasannya. Jadi
jika kita misalkan seutas kawat dengan diameter
sekian milimeter mampu menahan sepenuhnya
tubuh satu orang untuk menggantungkan diri dari
sebuah helikopter, maka hanya dibutuhnya kawat
nanotubes dengan luas penampang 1/20 dari
luas penampang baja tadi. Put another way,
dengan luas penampang yang sama, kawat
carbon nanotube dapat menahan kurang lebih 20
kali beban yang mampu ditahan kawat baja tadi.
Baja pada umumnya mempunyai fasa dominan
yang disebut ferit yang sifatnya lunak. Namun
pada baja Pedang Damaskus, terdapat struktur
(fasa) carbon nanotubes yang sangat kuat.
Stuktur carbon nanotube tadi terdistribusi secara
tertentu di dalam ferit , sehingga menghasilkan
kombinasi sifat akhir yang sangat luar biasa.
Itulah pedang yang ditakuti para ksatria Eropa
beratus-ratus tahun lamanya, dahulu.
Dan sampai saat ini belum ada ilmuwan yang
bisa menemukan bagaimana cara membuat
carbon nanotubes dalam struktur mikro baja.
Termasuk bagaimana membuat Pedang
Damaskus dengan struktur yang sama seperti
aslinya. Pelajaran penting dan mencengangkan
lainnya adalah, dengan pengalaman ternyata
suatu masyarakat bisa menciptakan sesuatu
karya yang elegan, bahkan bisa dibilang melebihi
sejarah pengetahuan itu sendiri. Luar biasa,
Allahu akbar!
Baja Damaskus adalah material legendaris dari
baja yang mempunyai sifat superplastis atau
kemampuan untuk mengalami deformasi tetap
tanpa retak hingga 1000%. Maasyaa Allah.
Dengan sifat yang unik ini maka baja Damaskus
banyak digunakan sebagai material untuk
membuat pedang dan senjata. Menurut mitos
senjata yang dibuat menggunakan Baja
Damaskus tidak akan pernah tumpul atau patah.
Selain memiliki sifat superplastis baja Damaskus
juga mempunyai ciri khas yaitu adanya pola air
( watermarking ) pada permukaannya.

Beberapa peneliti sejarah mengklaim bahwa, baja
Damaskus dibuat pertama kali di India dan
kemudian berkembang sampai Suriah. Nama
Damaskus sendiri diberikan oleh bangsa Barat
yang terlibat Perang Salib dan menjumpai senjata
kaum Muslimin yang berbahan baja Damaskus di
kota Damaskus, Suriah. 

No comments:

Post a Comment