Wednesday, 7 October 2015

Hadits pemutus perkara"Siapa yang dimaksud Khalifah dalam haditstentang 3 anak Khalifahyang berperang"?


Dalam salah satu artikel yang
ditulis seorang hamba Allah tentang khilafah di
akhir zaman, ada tersebut dari pendapat beliau
bahwa ada Khalifah sebelum Khalifah Al-Mahdi.
Dan ia menunjukkan beberapa bukti. Ini adalah
ruang ikhtilaf yang diperbolehkan dalam masalah
ini. Dan kami tidak menyalahkan pandangan ini,
karena beberapa ulama pun telah berbeda dalam
masalah ini: Apakah hanya satu Khalifah
sebelum al-Mahdi, atau bisa ada beberapa
Khalifah yang akan muncul sebelum Al-Mahdi.




Di bawah ini kami bawakan beberapa dalil dari
seorang hamba Allah yang cenderung kepada
pendapat bahwa ada khilafah sebelum khilafah
Al-Mahdi. Yang nampak pada kami bahwa
tujuannya dari pandangannya itu adalah bahwa
khilafah al-baghdadi adalah termasuk khilafah
yang sah, salah satu khilafah yang ada sebelum
khilafah al-Mahdi. Wallahu A’lam .

Adapun kami berpendapat bahwa memang ada
lafaz dalam salah satu hadits yang menunjukkan
adanya khalifah sebelum Imam mahdi. Namun
yang dimaksud istilah khalifah dalam hadits
tersebut harus dibawa ke makna lughoh/bahasa,
bukan istilahi atau makna khusus, dengan makna
hanya pemimpin sebuah negara berdaulat dengan
wilayah tertentu saja karena beberapa alasan
yang kuat.. Wallahu a’lam . Kami akan kutipkan
beberapa pandangan hamba Allah tersebut
beserta dalilnya. Dan kami akan
mengomentarinya sekaligus sebagai pembanding
bagi para pemirsa.
Inilah beberapa dalil mereka dengan komentar
dari kami.


Khilafah sesuai manhaj Nubuwwah pada akhir
zaman


Banyak hadis Nabi shallalahu alaihi wa sallam,
mengabarkan bahwa kekhilafahan Islam seperti
pada masa Khulafaur Rasyidin akan kembali
tegak sekali lagi. Salah satunya adalah hadis
yang menggambarkan bentuk dan tahapan
kekuasaan yang akan terjadi sepeninggal beliau
sampai hari kiamat secara urut. Beliau bersabda:

ﺗَﻜُﻮْﻥُ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓُ ﻓِﻴْﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍ ﻟﻠﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮْﻥَ ، ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ
ﺷَﺎﺀَ ﺍَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮْﻥُ ﺧِﻶﻓَﺔً ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻨْﻬَﺎﺝِ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ،
ﻓَﺘَﻜُﻮْﻥُ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻥْ ﺗَﻜُﻮْﻥَ ، ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ
ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮْﻥُ ﻣُﻠْﻜًﺎ ﻋَﺎﺿًﺎ ، ﻓَﺘَﻜُﻮْﻥُ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻥْ
ﺗَﻜُﻮْﻥَ ، ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮْﻥُ ﻣُﻠْﻜًﺎ
ﺟَﺒَّﺮِﻳًّﺎ ، ﻓَﺘَﻜُﻮْﻥَ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮْﻥَ ، ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ
ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮْﻥُ ﺧِﻶﻓَﺔً ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻨْﻬَﺎﺝِ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ، ﺛُﻢَّ
ﺳَﻜَﺖَ

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian
dalam beberapa tahun, kemudian Allah
mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah
aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai
manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga
Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang
periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa
yang menggigit) selama beberapa masa.
Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan
(penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak)
dalam beberapa masa hingga waktu yang
ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang
kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah.
Kemudian Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa
sallam diam.” (HR Ahmad; Shahih).


Bentuk emerintahan dan tahapannya Menurut
Nabi shallalahu alaihi wa sallam
secara urut, bentuk dan perubahan sistem
pemerintahan yang akan terjadi adalah:

1. Masa pemerintahan yang dipimpin langsung
oleh Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa
sallam yang disebut sebagai masa Kenabian.
Periode ini berakhir dengan wafatnya beliau.

2. Periode Khilafah berdasarkan Manhaj
Nubuwwah. Masa ini dimulai dengan
berdirinya kekhilafahan Abu Bakar sampai
wafatnya Ali radhiyallohu anhu . Sebagian
ulama memasukkan pemerintahan Hasan bin
Ali ke dalam periode ini. Inilah 30 tahun
masa khilafah ala manhaj nubuwwah, seperti
disebutkan oleh Nabi shallalahu alaihi wa
sallam

3. Periode mulkan aadhdhan (penguasa-
penguasa yang menggigit). Yaitu setelah
kekhilafahan Hasan bin Ali sampai runtuhnya
kekuasaan Turki Utsmani menjelang abad

20. Awal periode ini adalah akhir periode
khilafah rasyidah, atau disebut dalam hadis
lain sebagai masa raja-raja. Namun, perlu
dicatat bahwa karakter kerajaan ini bersifat
global dan tidak menutup kemungkinan
adanya raja yang mengikuti sunah dan
menerapkan syariat dan jihad fi sabilillah.
Seperti yang terjadi pada masa Umar bin
Abdul Aziz dan khalifah-khalifah setelahnya.
(Majmu’ Al_Fatawa, 35/18)

4. Periode mulkan jabbriyyan (penguasa-
penguasa yang memaksakan kehendak).
Yaitu sejak runtuhnya dinasti Utsmani
sampai hari ini. Mencakup seluruh bentuk
pemerintahan di dunia Islam, baik kerajaan,
warisan, partai, atau rezim kafir terhadap
kaum muslimin.

5. Khilafah bermanhaj Nubuwwah.

Karakter Khilafah bermanhaj Nubuwwah
Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam menamai
Daulah pertama sepeninggal beliau dengan
sebutan khilafah ala sesuai manhaj nubuwwah.
Sifat para khalifahnya beliau sebut sebagai
khilafah rasyidah (lurus) dan mendapatkan
petunjuk. Beliau juga mewasiatkan kepada umat
agar mereka memegang teguh sunah mereka
kuat-kuat. Dan ini adakan rekomendasi beliau
saat dunia Islam dipenuhi dengan perselisihan
pendapat.

ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﻳَﻌِﺶْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻓَﺴَﻴَﺮَﻯ ﺍﺧْﺘِﻼَﻓًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻜُﻢْ
ﺑِﺴُﻨَّﺘِﻰ ﻭَﺳُﻨَّﺔِ ﺍﻟْﺨُﻠَﻔَﺎﺀِ ﺍﻟﺮَّﺍﺷِﺪِﻳﻦَ ﺍﻟْﻤَﻬْﺪِﻳِّﻴﻦَ ﻋَﻀُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ
ﺑِﺎﻟﻨَّﻮَﺍﺟِﺬِ

“Sesungguhnya siapa saja yang hidup di antara
kalian sepeninggalku akan melihat perselisihan
yang banyak, maka hendaknya kalian berpegang
teguh kepada sunnahku dan sunnah Al-Khulafa Ar-
Rasyidin sepeninggalku, gigitlah dengan
geraham.” (At-Tirmidzi; Shahih)

Khilafah pada masa ini memperoleh sifat
“rasyidah” karena berjalan sesuai manhaj
nubuwwah. Dalam hal pengangkatan pemimpin
pada periode khilafah rasyidah digambar secara
ringkas oleh Syaikh Husein bin Mahmud sebagai
berikut:

Khilafah Rasyidah kedua

Ada dua kelompok pendapat yang berbeda
tentang khilafah akhir zaman, apakah akan ada
sebelum kemunculan Al-Mahdi ataukah Khilafah
berdasarkan manhaj nubuwwah adalah Al-Mahdi
itu sendiri. Atau, ada kemungkinan khilafah
sebelum Al-Mahdi tetapi bukan Khilafah Rasyidah
sesuai manhaj nubuwwah.

Dalil kelompok yang meyakini ada khilafah
rasyidah sebelum Al-Mahdi, di antaranya adalah:
Pertama , “Wahai Ibnu Hawalah, jika engkau telah
melihat khilafah telah turun di Baitul Maqdis maka
telah dekat terjadinya gempa-gempa, musibah-
musibah dan perkara-perkara yang besar. Hari
kiamat pada hari itu lebih dekat kepada manusia
dibanding dekatnya tanganku ini dari kepalamu.”
(Abu Daud; Dinyatakan sahih oleh Al-Albani).

Komentar kami: Hadits tentang khilafah di Baitul
Maqdis adalah khilafah Imam Mahdi, Muhammad
bin Abdillah, bukan khilafah selainnya.
Dan
setelah beliau wafat akan digantikan oleh Isa
ibnu Maryam As. Menurut beberapa dalil
disebutkan bahwa ibu kota kekhilafahan
berpindah dari hejaz (Makkah dan Madinah )
menuju ke Syam. Ini akan terjadi setelah
penaklukkan Konstantinopel. Sedangkan
konstantinopel ditaklukkan setelah umat islam
menaklukkan kaum Rum di negri Suriah, tepatnya
di Amaq atau Dabiq. Bacalah ayat pada surat
zukhruf:61 ,”Sungguh turunnya kembali Isa
sebelum kiamat pertanda bahwa kiamat telah
dekat ….”Maka khilafah yang dimaksud dalam
hadits di atas adalah khilafah nabi ISA AS. Kelak
Nabi Isa As. akan mengadakan perjalanan dari
Syam menuju Madinah untuk haji dan umroh lalu
mengunjungi Rasulullah dan memberi salam
kepadanya. Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam
bersabda,” Isa bin Maryam pasti akan turun
sebagai penguasa dan imam yang adil.
 Ia pasti
akan menempuh perjalanan untuk melaksanakan
ibadah haji, umroh atau kedua-duanya. Dan pasti
ia akan datang ke makamku untuk memberi
salam kepadaku (HR hakim dalam al-Mustadrak,
sahih isnadnya). Berjalan dari manakah Isa As
untuk haji dan umroh. Tentu dari negri Syam.
Insya Allah.

Mereka mengatakan, “Teks hadis menunjukkan
bahwa khilafah pusatnya di Al-Quds. Isa bin
Maryam setelah turun dari Damaskus akan
menuju Al-Quds. Ini menunjukkan bahwa
Palestina saat itu berada dalam kekuasaan umat
Islam dan bahwa negara Yahudi yang ada lenyap
dan berakhir.”
Kedua , “Makmurnya Baitul Maqdis saat runtuhnya
Yatsrib (Madinah), dan runtuhnya Madinah saat
terjadinya peperangan besar, dan terjadinya
peperangan besar saat ditaklukkannya
Konstantinopel, dan ditaklukkannya Konstantinopel
saat keluarnya Dajjal.” (Abu Daud; Shahih)

Mereka berkata, “Makmurnya Baitul Maqdis akan
menjadi tempat berdirinya khilafah. Ini berarti Al-
Quds telah dibebaskan.Pembebasannya harusnya
dilakukan degan jihad yang syar’i dan islami
melawan Yahudi.

Komentar kami: Jika kita memperhatikan
penaklukkan-penaklukkan imam mahdi (dalam
beberapa riwayat yang tsabit) maka urutannya
adalah:

1. Dimulai dengan Penaklukkan jazirah Arab,
lalu

2. Penaklukkan Persia, lalu
Penaklukkan kaum romawi, lalu

3. Menaklukkan Konstantinopel (disaat itulah
dajjal muncul)(tambahan riwayat dari hadits
lainnya)

4. Menaklukkan Dajjal dan kaum Yahudi,
kemudian merebut baitul maqdis (HR.
Muslim)

Maka berdasarkan urutan-urutan yang sahih ini,
kita dapat melihat bahwa baitul maqdis menjadi
makmur setelah dajjal dan yahudi ditaklukkan.
Saat itu memang kota madinah sudah kosong,
karena beberapa hal:

1. Ditinggalkan penduduknya karena sebagian
yang munafik mengikuti dajjal keluar dari
madinah,
2. Sebagian lagi sisanya, mukmin, berangkat ke
syam, untuk berperang dengan kaum Rum,
Yahudi dan Dajjal.
3. Madinah dihancurkan oleh seorang yang
cacat kakinya yang telah disebut Rasulullah
shallalahu alaihi wa sallam.
Maka dapat kita simpulkan bahwa khilafah yang
dimaksud adalah bukan khilafah selain al-mahdi
yang datang sebelum al-mahdi. Dengan demikian
yang dimaksud pembangunan Baitul Maqdis
adalah ketika Imam Mahdi bersama Isa As telah
menaklukkan Al-Masih Dajjal. Maka Al-Mahdi
memindahkan ibu kota daulah Islamiyah dari
Hejaz ke Baitul Maqdis.

Dengan demikian memahami teks hadits itu
sebaiknya dibantu oleh hadits-hadits lainnya yang
dapat memperbaiki dan menajamkan pemahaman
kita. Wallahu a’lam.

Ketiga , “Tidak akan tersisa di atas bumi ini rumah
pun di desa maupun di kota kecuali akan dimasuki
oleh kalimat Islam (syahadat), dengan kemuliaan
orang yang mulia atau kehinaan orang yang hina.
Adapun orang-orang yang dimuliakan Allah, Dia
menjadikan mereka sebagai pemeluk Islam, bila
tidak Allah menghinakan mereka, sehingga mereka
taat kepada aturan Islam (membayar jizyah).”
(Ahmad; Shahih) .

Mereka berkata, “ungkapan ‘sehingga mereka
menaati aturan Islam’ menunjukkan bahwa itu
adalah membayar jizyah. Ini menunjukkan bahwa
ini terjadi sebelum turunnya Isa bin Maryam,
sebab beliau tidak mau menerima jizyah dari
seorang pun.”

Komentar kami: sebelum turunnya Isa As adalah
periode khilafah Al-Mahdi. Tidak ada khilafah
rasyidah sebelum isa kecuali al-Mahdi. Khilafah
waktu itu adalah khilafah yang satu dan
bersambung.
Khilafah ala minhaji nubuwwah
dengan 2 khalifah itu (al-Mahdi dan Nabi Isa
As) , perumpamaannya adalah seperti di zaman
Khulafaurrasyidin Al-Mahdiyin. Satu periode
dengan 4 khilafah yang bersambung.

Memang, Al-Mahdi yang memerintah sebelum
Isya menggunakan syariat Muhammad Shallalahu
alaihi wa sallam, yang memintas tebusan jizyah
kepada orang-orang yang tidak mau masuk Islam,
namun tidak dengan masa pemerintahan
pemimpin selanjutnya –Isa As-, maka ia telah
diperintah Allah untuk menghapus jizyah,
sebabnya, karena Isa sudah menampakkan
dirinya dihadapan kaum nasrani, dengan bukti
yang sangat jelas bahwa ia bukanlah tuhan yang
disangkakan oleh mereka. Tentu hukumannya
lain, hukuman mati. Karena itulah maka di zaman
Isa semua orang Yahudi dan Nasrani masuk
Islam. Pilihannya hanya dua: Islam atau
diperangi.

Sementara itu, pendapat yang menyatakan tidak
ada Khilafah Rasyidah sebelum Al-Mahdi
beralasan dengan dalil di antaranya sebagai
berikut:



Pertama : Sesuai hadis-hadis tentang
kemunculannya, Al-Mahdi muncul setelah periode
mulkan jabbariyan dan perselisihan antara tiga
putra khalifah (lihat hadis selanjutnya). Apakah
mungkin terjadi peperangan tiga anak khalifah
bila khalifah saat itu adalah khalifah rasyidah? Ini
tentu saja bukan ciri khilafah rasyidah.

Komentar kami: kata khalifah disini adalah
bermakna lughoh, bukan istilahi. Sebab harus
dipahami menurut konteksnya. Alasan-alasannya
adalah:

1. Lafaz yang digunakan adalah lafaz khalifah,
tanpa alif laam ma’rifah, sehingga ma’nanya
umum, pemimpin. Sebagian raja-raja Islam di
tanah Jawa pun memakai gelar khalifah atau
sultan pada zaman kekuasaan mereka.
Bukan berarti nama tersebut menunjukkan
bahwa mereka khalifah bagi seluruh kaum
muslimin. Sama seperti Qs. Al-Baqoroh: 30;
Apa makna khalifah disana (lafaznya
nakiroh). Al-Ustadz Muhammad Thalib,
pengarang Al-Qur’an Tarjamah Tafsiriah,
mengartikan lafaz Khalifah disana sebagai
“pengelola dimuka bumi” setelah merujuk
kebeberapa kitab tafsir mu’tabar.

2. Menurut hadis hasan riwayat Ahmad,
Baihaqi dll. Sebelum masa khilafah al-mahdi/
khilafah ala minhaji nubuwah , adalah masa
mulkan jabbriyah dengan taqdir Allah, maka
tidak mungkin muncul khilafah rasyidah
dimasa mulkan jabriah tersebut. Dan
kemudian khilafah dimasa akhir zaman
hanyalah satu, al-Mahdi. Berarti selainnya
tidak ada lagi, kecuali nabi Isa sebagai
pengganti dan penerus Imam Mahdi.

3. Kelihatannya Daulah Al-Baghdadi ini hendak
memaksakan atau memperkosa dalil agar
sesuai dengan keberadaan daulah mereka
yang diklaim sebagai khilafah rasyidah.
Diantaranya berusaha menakwilkan
beberapa hadits di atas bahwa ada khalifah
sebelum al-Mahdi. Kami telas jelaskan
kebatilan khilafah albaghdadi ditulisan kami
sebelumnya.

4. Ketahuilah bahwa ciri munculnya Al-Mahdi
sejati adalah meratanya kezaliman di bumi.
Berarti sebelum itu tidak akan muncul
khilafah sejati.

5. Bagaimana mungkin dalam keadaan
perpecahan di negri-negri Islam , tanpa
kekuasaan, lalu ada sekelompok orang yang
mengangkat dirinya sebagai khalifah
rasyidah, dan mengklaim daulah
bentukannya sebagai daulah khilafah. Sekh
Syahid Hassan Al-Banna, Abdullah Azzam
yang faqih, Mullah Umar Thaliban, dan sekh
Usama sama sekali tidak terfikir untuk
memproklamirkan khilafah dalam sikon
seperti ini. Dan memang kitab-kitab fikih,
dengan banyak keterangannya, memberikan
kesimpulan tidak bisa mewujudkan khilafah
dalam keadaanspt ini. Hanya orang-orang
ghuluw dan jahil saja yang nekad mendirikan
khilafah. Dan memang terbukti kemunculan
khilafah yang dipaksakan ini menunai badai
fitnah dan bencana dikalangan kaum
muslimin, mujahin dan ulamanya, dan fitnah
di dunia internasional.wallahul mustaan.
Berarti tujuan dan hikmah dari penegakkan
khilafah tidaklah tercapai. Yang ada
hanyalah fitnah perpecahan dan
pembunuhan dan semakin berkobarnya
malapetaka akibat fitnah yang mereka
timbulkan..

6. Khalifah dengan makna Imam Jamaah
muslimin , didalam kitab-kitab Fiqih, telah
dijelaskan secara khusus dan panjang lebar.
Dan kenyataannya memang tidak bisa
diterapkan dimasa mulkan Jabbariah masa
kini. Oleh karena itulah cara kemunculan
khilafah ala minhaji nubuwah dimasa
mendatang sangat berbeda dengan
umumnya pengangkatan khalifah
disepanjang sejarah islam. Pengangkatam
Imam Mahdi nanti tidak seperti corak
pengangkatan seluruh khalifah yang ada. Ia
ditunjuk langsung oleh Allah melalui lisan
Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam. Dan
diterangkan ciri-ciri dengan detail. Sehingga
jika ia datang di akhir zaman. Umat Islam
yang mengenal dengan yakin akan ciri-
cirinya, tinggal membaiatnya. Ini adalah
pengecualian, dan hadits-hadits tentang
pengangkatan imam mahdi menunjukkan
pengecualian dari kitab-kitab fiqh yang
membahas tentang pengangkatan khalifah
secara umum. Wallahu a’lam .

7. Ketahuilah bahwa banyak hadits-hadits
tentang pasukan berbendera hitam.
Semuanya dapat dikelompokkan kepada 3
golongan.

1. Kelompok panji hitam dari Bani Abbas
(Abul Abbas Assafah) yang menurut
nabi Shallalahu alaihi wa sallam kan
berkuasa selama rentang waktu yang
dikehendaki Allah. Dan itu sudah
terjadi.

2. Kelompok kecil panji hitam dari
Khurosan di akhir zaman yang akan
menolong Imam Mahdi, mengokohkan
kekuasaannya, mereka ini dari Bani
Ishak. Mereka belum muncul.

3. Kelompok pasukan panji hitam yang
jika ia muncul maka mempunyai 8 ciri.
Maka nabi melarang kaum muslimin
utk. Bergabung bersama mereka.
Karena mereka bukan ahlul haq.itulah
pasukan daulah IS al-baghdadi yg
muncul hari ini. wallahu a’lam. (sudah
dibahas pada tulisan kami sebelumnya)
Oleh karena itu apabila sesuatu dalil yang masih
samar maknanya seperti lafaz khalifah dalam
hadits diatas maka harus dirinci dengan melihat
qorinah dari hadits tersebut atau dari hadits-
hadits lain dan fakta sejarahnya. Ini sangat
membantu dalam menentukan mau dibawa ke
mana makna lafaz tersebut?


Kedua : Mereka berkata,” Bila khilafah saat itu
adalah khilafah rasyidah, maka bagaimana
kekhilafahannya banyak terjadi kezaliman dan
kejahatan? Sebab, Al-Mahdi keluar setelah bumi
ini dipenuhi dengan kezaliman dan kejahatan.”
Rasulullah saw bersabda:

ﻟَﺘُﻤْﻸَﻥَّ ﺍﻷَﺭْﺽُ ﺟَﻮْﺭﺍً ﻭَﻇُﻠْﻤﺎً ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻣُﻠِﺌَﺖْ ﺟَﻮْﺭﺍً ﻭَﻇُﻠْﻤﺎً
ﻳَﺒْﻌَﺚُ ﺍﻟﻠﻪ ﺭَﺟُﻼً ﻣِﻨِّﻲ ﺍﺳْﻤُﻪُ ﺍﺳْﻤِﻲ ، ﻭَﺍﺳْﻢُ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﺍﺳْﻢُ
ﺃَﺑِﻲ ﻓَﻴَﻤْﻠَﺆُﻫَﺎ ﻋَﺪْﻻً ﻭَﻗِﺴْﻄﺎً ﻛﻤﺎ ﻣُﻠِﺌَﺖْ ﺟَﻮْﺭﺍً ﻭَﻇُﻠْﻤﺎً

“Sungguh bumi ini akan dipenuhi oleh kezaliman
dan kesemena-menaan. Dan apabila kezaliman dan
kesemena-menaan telah penuh, maka Allah akan
mengutus seorang laki-laki yang berasal dari
umatku (dalam hadis lain keturunanku), namanya
seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama
bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan
keadilan dan kemakmuran, sebagaimana telah
dipenuhi sebelum itu oleh kezaliman dan
kesemena-menaan.” (Shahih Al-Jami: hadis on
5073; Shahih) .

Komentar kami: Justru dari konteks hadits di
atas, Almahdi muncul dalam keadaan situasi di
dunia Islam kacau. Maka ia membangun khilafah
dari embrio . Namun kekhilafahannya adalah sah,
karena terjadinya adalah dengan dukungan nash-
nash. Berbeda dengan khilafah dalam kitab-kitab
fiqh yang membahas bagaimana tata cara
pengangkatan khilafah yang syar’i. Dan menurut
banyak dalil , kemunculan Al-mahdi adalah pada
masa meratanya kezaliman dan kesemena-
menaan. Ketahuilah bahwa jika kita membaca
dengan seksama kemunculan imam Mahdi
didunia ini, menurut hadits-hadits: Ia akan
muncul di puncak-puncak kejahatan mulkan
jabbriyah. Dan selanjutnya beliau beserta
pasukan muslim disibukkan dengan peperangan
untuk menaklukkan para raja/pemimpin jabriyah
dan mendakwahkan islam. Ini adalah masa
‘Duhaima dimana kaum muslimin terpecah
dengan seruan almahdi ini-akhirnya- menjadi 2
kubu. Kubu keimanan sejati dan mukmin sejati.
Saat itulah dajjal akan keluar. Artinya jika dajjal
keluar maka fitnah di dunia islam semakin
bertambah besar; Padahal al-Mahdi dan khilafah
rasyidahnya sudah muncul.
 Kesimpulannya : Perjalanan al-mahdi dalam membangun khilafah
adalah sangat sulit. Itu logis sekali. Jangan
dibayangkan ketika almahdi muncul maka tiba-
tiba dunia berubah sekejap, menjadi adil dan
makmur. Wallahu a’lam. (baca buku saya tentang
Perang Akhir Zaman , edisi Revisi)

Mereka mengungkapkan dalil lainnya: Adapun
dalil-dalil mereka yang menunjukkan
kemungkinan khilafah sebelum Al-Mahdi, tetapi
bukan khilafah rasyidah adalah di antaranya:

ﻳُﻘْﺘَﻞُ ﻋِﻨْﺪَ ﻛَﻨْﺰِﻛُﻢْ ﻫﺬَﺍ ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﻛُﻠُّﻬُﻢُ ﺍﺑْﻦُ ﺧَﻠِﻴﻔَﺔٍ ﺛُﻢَّ ﻻَ ﻳَﺼِﻴﺮُ
ﺇِﻟَﻰ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺛُﻢَّ ﺗَﻄْﻠُﻊُ ﺍﻟﺮَّﺍﻳَﺎﺕُ ﺍﻟﺴُّﻮﺩُ ﻣِﻦْ ﻗِﺒَﻞِ ﺍﻟﻤَﺸْﺮِﻕِ
ﻓَﻴَﻘْﺘُﻠُﻮﻧَﻜُﻢْ ﻗَﺘْﻼً ﻟَﻢْ ﻳُﻘْﺘَﻠْﻪُ ﻗَﻮْﻡٌ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻤُﻮﻩُ ﻓَﺒَﺎﻳِﻌُﻮﻩُ ﻭَﻟَﻮْ
ﺣَﺒْﻮﺍً ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺜّﻠْﺞِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺧَﻠِﻴﻔَﺔُ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤَﻬْﺪِﻱُّ

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaan
kalian. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi,
tak seorang pun di antara mereka yang berhasil
menguasainya. Kemudian muncullah bendera-
bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka
memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu
peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum
sebelum kalian. Maka jika kamu melihatnya,
berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas
salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-
Mahdi.” (Riwayat Tsauban. Al-Ahkam Asy-
Syar’iyyah Al-Kubra, IV/527; Hasan. Syaikh Al-
Albani memberikan catatan bahwa kalimat
“Khalifah Allah Al-Mahdi” adalah dhaif)

Hadis ini menunjukkan adanya khalifah sebelum
Al-Mahdi, tetapi bukan khalifah rasyidah sesuai
manhaj nubuwwah. Ya, yang akan terjadi
sebelum kemunculan Al-Mahdi—wallahu a’lam—
adalah imarah-imarah (pemerintahan) Islam,
bukan khilafah rasyidah di bawah satu amirul
mukminin.

Komentar: sebagaimana kami katakan diatas
bahwa kata khalifah dalam hadits ini bermakna
bahasa, pemimpin, namun bukan pemimpin/
khalifah umat Islam. Bisa saja yang dimaksud
adalah para raja-raja di Timur Tengah pada hari
ini, termasuk Saudi Arabia. Karena kerajaan-
kerajaan tersebut telah lama ada dan mempunyai
wilayah dan kekuasaan. Dan kalau menelisik
hadits diatas dan memperhatikan komentar
ulama salaf, maka sang pemimpin di dalam
hadits itu –insya Allah-ada di Saudi Arabia
karena kata kanzukum (perbendaharaan kalian),
menurut sebagian ulama bermakna
perbendaharan Ka’bah. Dan Ka’bah hanya satu
tempat dimuka bumi ini. Adapun imarah-imarah
Islam hari ini belumlah eksis, untuk disebut
imarah yang berkuasa mengurus urusan kaum
Muslimin. Wallahu a’lam .
Mereka mengemukakan dalil lainnya lagi: Dalilnya
adalah:
ﺳَﻴﺼِﻴﺮُ ﺍﻷَﻣْﺮُ ﺇﻟَﻰ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﺟُﻨُﻮﺩﺍً ﻣُﺠَﻨَّﺪَﺓً ﺟُﻨْﺪٌ ﺑِﺎﻟﺸَّﺎﻡِ
ﻭَﺟُﻨْﺪٌ ﺑِﺎﻟْﻴَﻤَﻦِ ﻭَﺟُﻨْﺪٌ ﺑِﺎﻟﻌِﺮَﺍﻕِ ، ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺑِﺎﻟﺸَّﺎﻡ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﺧﻴﺮَﺓُ
ﺍﻟﻠﻪ ﻣِﻦْ ﺃَﺭْﺿِﻪِ ﻳَﺠْﺘَﺒِﻲ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﺧِﻴﺮَﺗَﻪُ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﻓﺈِﻥْ ﺃَﺑَﻴْﺘُﻢْ
ﻓَﻌَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻳَﻤَﻨَﻜُﻢْ ﻭَﺍﺳْﻘُﻮﺍ ﻣَﻦْ ﻏُﺪْﺭِﻛُﻢْ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻗَﺪْ ﺗَﻮَﻛَّﻞَ ﺑِﻲ
ﺑَﺎﻟﺸَّﺎﻡِ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻪِ

“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan
perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di
Yaman, dan satu pasukan lagi di Irak. Ibnu
Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan
untukku jika aku mengalaminya. Nabi shallalahu
alaihi wa sallam menjawab, “Hendaklah kalian
memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan
Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba
pilihan-Nya.
 Jika tak bisa hendaklah kalian memilih
Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari
kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah
menjamin untukku negeri Syam dan
penduduknya.” (HR. Imam Ahmad; Shahih) .

Hadits ini menunjukkan bahwa akan ada tiga
imarah Islam. Di hadis lain, Rasulullah shallalahu
alaihi wa sallam aw bersabda:
ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻣِﻦْ ﻋَﺪَﻥِ ﺃَﺑْﻴَﻦَ ﺍﺛْﻨَﺎ ﻋَﺸَﺮَ ﺃَﻟْﻔًﺎ , ﻳَﻨْﺼُﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻫُﻢْ ﺧَﻴْﺮُ ﻣَﻦْ ﺑَﻴْﻨِﻰ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ

“Akan muncul dari Aden Abyan (Yaman), 12000
orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka
adalah sebaik-baik orang di antaraku dan mereka.”
(Ahmad; Shahih) .

Hadis ini juga menunjukkan bahwa akan ada
imarah Islam yang kuat dan mengerahkan
pasukan sebanyak 12 ribu personel, dengan izin
Allah. Hadis panji hitam dari Khurasan juga
menunjukkan bahwa ada imarah Islam yang akan
mengerahkan pasukan untuk mendukung Al-
Mahdi atau Al-Mahdi bersama mereka.

Komentar kami: Memahami fakta hadits ini tentu
sulit: kapankan terjadinya, dan siapakah mereka
itu. Kalau berdasarkan zhon saja (dugaan), maka
tiap orang punya analisa yang berbeda. Bisa jadi
yang dimaksud dalam konteks hadits:

1. Pasukan Islam akan terjadi di Syam,
sebagian lagi di Iraq, dan di Yaman. Dan
Nabi shallalahu alaihi wa sallam berpesan
kepada ibnu hiwalah jika mau memilih maka
pilihlah Syam atau Yaman. Dan dalam
riwayat lain Muawiyah memindahkan ibu
kota pemerintahannya ke Syam karena
mengetahui keutamaan negri Syam
sebagaiman riwayat yang membicarakan
tentang thiifah al-manshurah yang berada di
syam. Adapun di Iraq maka khalifah ali
memindahkan pasukannya ke sana, ke
Kufah. Kelak bani Abbas akan berkuasa
lama di Iraq dan dunia Islam. Demikian juga
Yaman, bisa jadi dimasa lalu hadits ini telah
menjadi kenyataan. Adapun di zaman
sekarang, pasukan jihad kaum muslimin
berada di banyak tempat; Di Iraq, Syam,
Yaman, Moro, Kashmir, Chechnya,
Afghanistan dan tempat-tempat lainnya,
bukan hanya di 3 tempat itu saja.

2. Adapun di akhir zaman nanti, di zaman al-
Mahdi dan Isa As. maka kekhilafahan akan
bermula dari Hejaz, kemudian pindah ke
Syam, di Baitul Maqdis Palestina, tempat
tanah tumpah darah Nabi Isa As. Maka tidak
ada pengelompokan pasukan seperti yang
terjadi di dalam hadits itu. Semuanya akan
berkumpul di syam.

3. Adapun Iraq, kenapa nabi shallalahu alaihi wa
sallam tidak memerintahkan dan
menganjurkan? Karena disana tempat
keluarnya fitnah. Dan kaum khawarij muncul
dari sana, baik generasi awal atau akhirnya.
Dan kini IS yang bermula dari Iraq adalah
bukti kebenaran sabda nabi shallalahu alaihi
wa sallam. tapi daulah Khawarij ISI pintar
dan licik dalam mengelabui umt Islam.
Mereka memaksa Mujahidin Syam untuk
bergabung dengan wilayah daulah ISI
(Islamic state of Iraq). Jadi khalifah
ambisius ini telah berkhianat kepada Syekh
Aiman Azzawahiri, dengan memisahkan
daulah Islam Iraq, dengan komando pusat
dari Syekh Aiman dan al-Qaida, dan
memusuhi al-Qaida dan para pejuang-
pejuang yang ada di bumi Syam. Insya Allah
kelak Abu Bakar al-Baghdadi ini dan
khilafahnya akan dihancurkan, juga karena
sebab pengkhianatan, insya Allah!
Akhirnya ia memproklamirkan khilafah sekaligus.
Agar tidak ada kesan khawarij tulen lagi jika
hanya di Iraq saja. Tapi kalau diperluas ke Syam,
suatu negeri terbaik, apalagi diperluas lagi ke
seluruh dunia –dengan proklamasi khilafah-
maka hilanglah kesan khawarij, tapi yang muncul
adalah khilafah al-Baghdadi dari ahlul bait, hafal
alquran dan faqih serta muwahidin.

4. Tidak ada keterangan jika ada penyebutan
12.000 pasukan maka yang dimaksud adalah
sebuah imarah;belum tentu. Juga tidak bisa
dipahami jika ada pengelompokan pasukan
di Syam, Yaman dan Iraq menunjukkan
adanya 3 imarah. Belum tentu. Karena
dalam hadits tersebut hanya disebutkan
tentara (junudan), dan tidak diketahui kapan
terjadi peristiwa itu; di zaman dulu, atau
zaman al-Mahdi, atau zaman sekarang.
Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam berdoa: Ya
Allah berkahilah kami di negeri Syam dan negeri
Yaman. Para sahabat berkata,”Berkahi juga negeri
nejd (iraq) (namun nabi shallalahu alaihi wa sallam
tidak mendoakan untuk negeri nejd). Beliau
mengatakan,” Di sanalah akan terjadi bencana dan
fitnah, dan di sana akan muncul tanduk
setan.” (HR Bukhori dan Ahmad) .

Pantaslah Nabi shallalahu alaihi wa sallam tidak
memerintahkan ibnu hiwalah berada bersama
pasukan di Iraq, karena negeri itu adalah negeri
fitnah, dan khawarij keluar dari sana.

5. Telah berlalu penjelasan kami bahwa
albaghdadi adalah pendusta, ambisius,
bodoh dan gembong khawarij, serta melaini/
menyimpang dari jalan Rasulullah shallalahu
alaihi wa sallam, jika memang ia dari ahlul
bait”. Dan daulahnya adalah palsu sebab
kalau asli maka ia tidak mau
memproklamasikan khilafah karena ia adalah
hak dari imam Mahdi, sebagaimana yang
telah kami kemukakan haditsnya. Wallahu
a’lam.

6. Dengan asumsi dari hadits diatas (bahwa
khilafah al-Mahdi sudah dekat sekali
kedatangannya), maka, seandainya Al-Mahdi
muncul di saat ISIS ini mengklaim sebagai
khilafah rasyidah yang sah, maka
pertanyaannya:

7. Jika Imam Mahdi muncul disaat khilafah isis
sudah ada, maka apakah khalifah ISIS akan
berbaiat kepada al-Mahdi atau memilih
untuk memerangi al-Mahdi. Jika mereka
berbaiat kepada al-Mahdi maka mereka
telah durhaka,menyimpang dari petunjuk
Nabi shallalahu alaihi wa sallam, karena nabi
bersabda jika dibaiat 2 khalifah dalam satu
masa maka bunuhlah yang terakhir . Ini adalah
sabda dan sunnah nabi. Namun kalau dia
memerangi al-Mahdi maka pasti ia akan
dikalahkan dan menjadi kelompok durhaka.
Sungguh satu pilihan yang sulit.

8. Kalau mereka memilih pilihan yang ketiga,
menyerahkan kekhalifahan kepada al-Mahdi,
seperti yang dilakukan oleh Hasan Ra, cucu
nabi shallalahu alaihi wa sallam, maka tidak
ada contohnya dalam sejarah sunnah dan
kepemimpinan “Rasyidah”; yaitu Hasan
menyerahkan kekhalifahannya kepada
Muawiyah untuk menyatukan jamaah dan
menutup pintu perpecahan dan fitnah,
diawal-awal kekhalifahannya, sebelum darah
tertumpah, sebelum umat terpecah belah
lebih banyak lagi. Sedangkan jika albaghdadi
menyerahkan kekhalifahan kepada al-mahdi,
apakah ia akan menyerahkan kekuasaannya
setelah darah mujahidin dan umat banyak
tertumpah, dan barisan mujahidin telah
terkoyak-koyak. Dan keras kepala, dan
congkak tidak mau menerima nasehat para
ulama ahlutstsughur. Jauh nian
perumpamaan yg mereka buat dengan
mencontoh Hasan bin Ali bin Abi Thalib.
Wallahul musta’an.

9. Yang nampak dari khabar Rasulullah
shallalahu alaihi wa sallam adalah : diakhir
zaman muncul pasukan panji hitam yang
berhasil menaklukkan Saudi dan
menyerahkan kekuasaan atas Saudi itu
kepada al-Mahdi. Ciri pasukan tersebut tidak
menginginkan jabatan khalifah, karena al-
mahdi sudah muncul. Justru mereka akan
mengokohkan kekuasaan al-mahdi tersebut.
Perhatikan beberapa hadits yang saling
berhubungan maknanya ini:
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Tatkala kami berada di sisi Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang sekumpulan
pemuda dari Bani Hasyim. Ketika Nabi melihat
mereka, kedua mata beliau berlinang air mata dan
berubahlah roman mukanya. Maka aku katakan:
‘Kami masih tetap melihat pada wajahmu sesuatu
yang tidak kami sukai.’ Lalu beliau menjawab:
‘Kami Ahlul bait. Allah telah pilihkan akhirat untuk
kami daripada dunia.Dan sesungguhnya sesudah
aku mati, keluargaku akan menemui bencana-
bencana dan pengusiran. Hingga datang sebuah
kaum dari arah Timur, bersama mereka ada
bendera berwarna hitam.Mereka meminta kebaikan
namun mereka tidak diberi, lalu mereka memerangi
dan mendapat pertolongan sehingga mereka diberi
apa yang mereka minta, tetapi mereka tidak
menerimanya. Sehingga mereka menyerahkan
kepemimpinan kepada seseorang dari keluargaku .
Lalu ia memenuhi bumi ini dengan keadilan
sebagaimana orang-orang memuaskan dengan
kezaliman. Barangsiapa di antara kalian
mendapatinya maka datangilah mereka, walaupun
dengan merangkak di atas es,” (HR. Ibnu Majah
no. 4082, sanadnya hasan lighairihi menurut
Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Adh-
Dha’ifah, 1/197, pada pembahasan hadits no. 85)

As-Sindi berkata: “Yang nampak, kisah itu
merupakan isyarat keadaan Al-Mahdi yang
dijanjikan. Oleh kerana itu, penulis (Ibnu Majah)
menyebutkan hadis ini dalam bab ini (bab
keluarnya Al-Mahdi). ” Ibnu Katsir rahimahullahu
mengatakan: “Dan orang-orang dari Timur
menyokong (Al-Mahdi), menolongnya dan
menegakkan agamanya, serta mengukuhkannya.
Bendera mereka berwarna hitam, dan itu
merupakan pakaian yang mempunyai kewibawaan,
karena bendera Rasulullah berwarna hitam yang
dinamakan Al-Iqab.”(An-Nihayah fil Malahim, 1/17,
Program Maktabah Syamilah).

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaan
kalian.Mereka semua adalah putra khalifah.Tetapi,
tak seorang pun di antara mereka yang berhasil
menguasainya.Kemudian muncullah bendera-
bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka
memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu
peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum
sebelum kalian. Maka jika kamu melihatnya,
berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas
salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-
Mahdi.” (Riwayat Tsauban. Al-Ahkam Asy-
Syar’iyyah Al-Kubra, IV/527; Hasan. Syaikh Al-
Albani memberikan catatan bahwa kalimat
“Khalifah Allah Al-Mahdi” adalah dhaif)



Ketahuilah bahwa dari sejumlah pemahaman
hadits tentang pasukan panji hitam, maka
pasukan panji hitam dalam hadits 2 hadits di atas
bukanlah pasukan ISIS seperti yang diklaim oleh
sebagian mereka, karena pasukan ISIS telah
dikhabarkan Rasulullah tentang keberadaan
mereka, dan mereka harus diperangi; Apalagi
mereka telah mengaku sebagai Khalifah.Adapun
pasukan panji hitam yang lainnya yg akan
mendukung al-mahdi adalah yang datang dari
khurosan, keturunan dari Aisy bin Ishak bin
Ibrahim, alias bani Ishak”nyatanya bani Ishak
yang kini sebagiannya mewujud menjadi sosok
mujahidin Thaliban, tidak ada yang bergabung
bersama khalifah maz’um al Baghdadi, kecuali
segelintir saja, yang terkena syubhat khawarij.

Dan pasukan panji hitam IS adalah dari orang-
orang Arab Iraq dan kaum pendatang. Inilah
pembeda yang jelas siapa sebenarnya jati diri
pasukan panji hitam yang akan mengokohkan
kekuasaan Al-mahdi. Dalam buku Petaka akhir
Zaman (Abu Fatiah Al-Adnani), dikutip pendapat
ulama bahwa pasukan panji hitam yang akan
mengokohkan kekuasaan Al-mahdi adalah dari
khurosan, keturunan Bani Ishak.

Berdasarkan hadits-hadits di atas maka saat ini
hanya ada 2 pasukan panji hitam saja yang
terkenal dan eksis: pasukan panji hitam al-
Baghdadi yang berakidah khawarij, dan pasukan
panji hitam thaliban. Keduanya tidak bergabung.
Ada rahasia besar kenapa mereka tidak
bergabung. Mungkin ini adalah taqdir Allah: panji
hitam ISIS adalah merupakan pasukan yang
disebut rasulullah saw sebagai khilafah khawarij,
seburuk-buruk khilafah yang harus
diperangi.Mereka muncul dari Iraq, negeri Fitnah.
Dan pasukan panji hitam dari thaliban yang
mempunyai nasab sampai ke bani ishak. Mereka
berada di sebagian khurosan. Apaka mereka ini
yang ditaqdirkan menjadi pembawa panji hitam
yang akan merebut Saudi dan menyerahkan kunci
kekuasaannya kepada yang berhak, kepada
Muhammad bin Abdullah al-Mahdi, al Hujjah?!
nampaknya memang mereka yang akan
memenuhi taqdir Ilahi. Insya Allah Ta’ala.

Dibawah ini kami bawakan hadits yang mengarah
kepada ISIS,”Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam
bersabda: “ Nanti pada akhir zaman akan muncul
kaum yang merekamembaca Al-Qur’an tapi tidak
melebihi kerongkongan, mereka keluar dari Islam
sebagai keluarnya anak panah dari busurnya, dan
mereka akan terus bermunculan sehingga keluar
yang terakhir dari pada mereka bersama dajjal,
maka jika kamu berjumpa dengan mereka
perangilah mereka, sebab mereka itu seburuk-
buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah .”
(Sunan An-Nasai 4108, Sunan Ahmad 19783) . Ya
mereka inilah (khalifah al-Baghdadi) insya Allah
merupakan khawarij generasi terakhir, dimana
mereka akan berjumpa dengan Dajjal dan
menjadi pengikutnya. Nabi menyebut mereka
sebagai “seburuk-buruk makhluk dan seburuk-
buruk Khalifah’

Masya Allah, ada isyarat tentang khalifah yang
beraqidah khawarij. Itulah khilafah al-baghdadi.
Kenapa mereka akan bergabung dengan Dajjal.


Alasannya:

1. Sedangkan ulama sepakat bahwa Dajjal akan
muncul setelah al-mahdi. Ada info lain bahwa
dajjal akan muncul dalam beberapa fase; Bisa
jadi sebagian pada masa sebelum al-mahdi atau
bersamaan dengan kemunculan al-mahdi, dan
sebagiannya setelah al-mahdi. Allahu a’lam.

Nah… dalam fase tertentu ia akan bertemu
dengan kaum khawarij ini dan mengelabui
mereka dan mempengaruhi mereka sehingga
mereka menjadi para pengikutnya. Inilah dalilnya:
Sulaiman bin Syihab berkata, suatu ketika
Abdullah bin Maghnam datang kerumah, ia
sebagai sahabat Nabi Saw. kemudian ia
menceritakan tentang Nabi, bahwa beliau pernah
bersabda:” Tidak lagi ada kesamaran tentang Dajjal.
Sesungguhnya ia akan muncul dari arah timur
(antara iraq dan Syam). Kemudian ia berdakwah
atas namaku, sehingga ia diikuti banyak orang.

Kemudian ia memerangi mereka dan dapat
menguasai mereka, dan ia masih berbuat seperti
itu hingga ia datang kekufah (daerah di Irak). Lalu
ia menampakkan agama Allah,dan mengamalkannya
sehingga diikuti dan disenangi karena
itu.Kemudian Dajjal setelah itu berkata,”
Sesungguhnya aku adalah Nabi. Dengan ucapannya
itu maka takutlah orang-orang yang masih memiliki
hati dan akal yang lurus, yang mana mereka
kemudian meninggalkan dajjal. Dajjal masih terus
hidup hingga ia mengatakan Aku adalah Allah.

Dengan ucapannya itu maka matanya akhirnya
tertutup. Telinganya terpotong, dan tertulis kata
kafir diantara kedua matanya.” (Attabrani. Imam
Ibnu Asakir meriwayatkan hadits ini).

2. Maka hubungkanlah semua hadits-hadits di
atas sejak awal dari bagian tulisan ini, niscaya
kita akan menemukan alur cerita dari hadits ini

bahwa:


1. Kedatangan Dajjal juga sudah dekat,
bersamaan dengan al-Mahdi, sebelum atau
sesudah al-mahdi.

2. Kaum Khawarij yang terakhir berwujud
sebagai khilafah( al-baghdadi), akan bertemu
dengan Dajjal.

3. Dajjal bertemu dg kaum khawarij itu di
antara syam dan iraq (ISIS?), dan berdakwah
serta berjihad bersama khilafah khawarij itu,
seburuk-buruk khilafah. Kenapa dajjal masuk
kedalam barisan khawarij, adalah untuk
membunuh kaum ahlussunnah waljamaah
dan mujahidinnya, karena ia tahu bahwa
mujahidin ahlussunnah akan berpihak kpd al-
Mahdi dan akan mengalami kemenangan
terus sampai akhir zaman ,dan akan
bersama nabi Isa kelak akan memerangi
Dajjal. Maka Dajjal memakai khawarij ini
sebagai kendaraannya untuk memerangi
mujahidin al-Mahdi dan nabi Isa As. Wallahu
a’lam.

4. Kabar baik dari rasulullah Saw tentang
Khawarij bahwa ia akan ditumpas kapanpun
mereka muncul.termasuk khilafah ISIS
sebagai penjelmaan khawarij di akhir zaman.
Khalifah yang muncul sebelum al-mahdi
adalah raja saudi Abdullah yg saat ini
tengah sakit menunggu ajalnya, bukan
kalifah-kalifah dg makna imam kaum
muslimin di seluruh dunia, bukan pula
khalifah al-baghdadi. Wallahu A’lam.

5. Adapun Al-Baghdadi maka ia adalah khalifah
yang paling buruk , termasuk dari anjing-
anjing neraka yang diperintahkan kepada
umat ini untuk menjauhinya , dan bahkan
memeranginya karena ia dan kaumnya
sebagai seburuk-buruk makhluk. Tidak ada
sedikitpun pada mereka bagian dari umat ini,
kecuali mereka mau bertaubat dan
memperbaiki amal mereka. Wallahu a’lam.

6. Adapun Khilafah sejati akan datang setelah
kematian raja abdullah di hejaz, dan setelah
kemunculan khalifah khawarij, khalifah
maz’um. Hikmahnya adalah sebagai ujian
keimanan bagi kaum mukmin, penguji
apakah mereka mengikuti syubhat dari kaum
khawarij gaya baru ini (ISIS) atau mau
bersabar di atas Sunnah nabi Saw. Sebab
akhir zaman penuh dengan ujian keimanan;
Dan itu penentu apakah kita selamat atau
tidak. Setelah itu akan muncul khilafah
sejati dan kemenangan. Itulah khilafah ala
minhaji Nubuwwah, Wallhu a’lam.

7. Harapan kami dengan menulis beberapa
penjelasan sederhana ini, akan membuka pintu
kesadaran kepada para saudara kami yang tulus
untuk kembali kepada kebenaran, serta
menyatukan barisan kaum muslimin, berdakwah
menyeruislam dengan cara yg penuh hikmah, dg.
kasih sayang. Karena umat ini masih perlu diajari
dg caraseperti itu.karena minimnya mereka
dalam mengenal Tuhan mereka dan Nabi mereka,
serta agama yg mulia ini, dengan segala seluk
beluknya.



Dengan menelusuri sejarah Islam, akan tampak
dengan jelas bahwa banyak khilafah khayalan
yang dideklarasikan dalam sepanjang sejarahnya,
baik melalui klaim kedatangan Mahdi atau
melalui jalur sekte-sekte khawarij yang sesat;

dan mereka adalah orang-orang yang sangat
terobsesi dengan khilafah, akan tetapi tanpa
petunjuk dan al Qur’an. Nampaknya –wallahu
a’lam- ini telah menjadi karakter mereka. Adapun
ahli sunnah wal jamaah, mereka tidak
menetapkan nama khilafah atau imamah ‘udzma
melainkan bagi orang yang benar-benar memiliki
kekuasaan atas mayoritas mereka (kaum
muslimin –pent) baik dengan kerelaan atau
dengan penaklukan di berbagai daerah kaum
muslimin. Adapun seorang yang dibaiat oleh
suatu penduduk daerah tertentu saja, atau
berhasil menaklukan daerah itu saja, maka
kekuasaannya hanya bersifat lokal atas mereka,
tidak mencakup orang-orang yang tidak berbaiat
kepadanya atau ditaklukkan olehnya.

Diantara sepak terjang Khawarij

Seorang pemuda khawarij mengklaim tegaknya
khilafah di masa Abdulmalik, namun ia tidak
berhasil meraihnya (Wafayatu al A’yaan: 2/455).

Pada tahun 140 H, khilafah diklaim untuk
pemimpin Ibadhiyyah (salah satu sekte khawarij
–pent) bernama Abdul A’la bin Samah al
Ma’aafiry. Berjalan selama empat tahun, hingga
akhirnya ia dibunuh oleh al Manshur para rahun
144 H (Tarikh Ibnu Khaldun: 4/241).

Di Thanja, khilafah diklaim untuk seorang amir
khawarij, orang-orang menyebutnya dengan gelar
amirul mukminin, kemudian ia dibunuh oleh
Khalid bin Habib al Fihry (Tarikh Ibnu Khaldun:
6/145)

Diantara mereka juga adalah raja al Mu’iz Ismail
asal Kurdi, ia mengaku dirinya berasal dari
Quraisy dari Bani Umayyah, ia pun menyatakan
dirinya sebagai khalifah dan diberi gelar al
Haady. Ia pun akhirnya mati pada tahun 598 H
(Mukhtashar Tarikh Dimasyq: 26/390)

Bahkan terkadang lebih dari satu orang
mengumumkan khilafah dalam satu waktu. Ini
yang terjadi di Andalusia. Sehingga pada abad
kelima, di Andalusia saja, ada lima orang
mendeklarasikan khilafah. (Al Waafi bil Wafayaat:
18/5).

Jadilah kita sebagai para da’i yang menyatukan,
bukan memecah belah; merekatkan, bukan
menjadi penyekat; menyayangi, bukan membenci;
memaafkan, bukan menghujat dan memvonis;
mencerahkan, bukan membuat keraguan;
menerangi, bukan membuat kegelapan.

Aamiin.washallalahu alamuhammadin nabiyyil
umiyyi. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Catatan :

Menanggapi tulisan kami oleh para ISISer masih
dengan gaya yang sama, caci maki! Memang
begitulah ciri khawarij sepanjang masa, Sombong,
menganggap merekalah yang paling pintar dan
paling bertauhid. Mereka tidak paham bagaimana
memahami dalil tentang tidak ada khalifah
sampai akhir zaman sampai akhir zaman (dari
Ahlul bait) kecuali Muhammad bin Abdullah.

Artinya: Siapa saja yang berasal dari ahlul bait
setelah Hasan Ra bakal tidak ada yg menjadi
khalifah sampai kiamat kecuali ahlul bait yang
bernama Muhammad bin Abdullah. Ini adalah
hadits Mukjizat: Maka siapa saja dari ahlul bait
yang berusaha mendapatkan kekhalifahan maka
ia tidak akan mampu. Dan abu bakar al-Baghdadi
telah mengklaim bahwa dirinya ahlul bait! Kalau
ia dari ahlul bait sejati, maka ia pasti tidak akan
mampu menjadi khalifah, karena tersaring oleh
hadits mukjizat ini. Nyatanya ia jadi khalifah,
berarti ia bukan dari ahlul bait. Khalifah sejati
dari ahlul bait di akhir zaman hanya mempunyai
satu sosok, yang bernama Muhammad bin
Abdullah; bukan khalifah Abu Bakar Al-Baghdadi.

Adapun Al-Hasan dan Ali bin abu Thalib adalah
termasuk pengecualian dari ahlul bait dimasa
awal, karena mereka berdua telah disebut oleh
sabda Rasulullah secara khusus.


Untuk memahami istimbath pemahaman dalil di
atas, Saya akan mengutip sebuah kisah sejarah
masa kecil Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa
sallam ketika ia bersama pamannya, abu Thalib,
bertemu dengan Pendeta nasrani, Buhairo.

Dikutip dari buku The Great prophet Muhammad
shallalahu alaihi wa sallam. (penerbit pustaka
lebah, hal. 19)….” Seusai bercakap-cakap dengan
Muhammad kecil dan menemukan tanda
kenabian ditubuhnya, Buhairo menemui Abu
Thalib, sang paman yang mengajak Muhammad
berdagang. Sang pendeta bertanya, Anak
siapakah Muhammad ini?. Diakui oleh Abu Thalib
bahwa Muhammad sebagai anaknya. Namun
pendeta Buhairo sangsi, ” Tidak, dia bukan
anakmu! Dia tak pantas mempunyai ayah yang
masih hidup! Abu Thalib kemudian meralatnya
dengan mengatakan bahwa Muhammad
sebenarnya anak dari saudara laki-lakinya.

Diberitahukannya pula, bahwa Abdullah, ayahnya
Muhammad telah meninggal saat keponakannya
itu masih di kandungan. Mendengar itu Pendeta
Buhaira membenarkan apa yang disampaikan Abu
Thalib.

Wahai kaum! Lihatlah bagaimana pendeta
Buhaira telah tahu dari al-Kitab bahwa salah satu
ciri dari Nabi akhir zaman, adalah bahwa ia
adalah anak yatim piatu. Dia mengetahui
kebohongan pamannya yang mengatakan bahwa
Muhammad adalah anaknya. Begitulah cara
melihat kepalsuan Al-Baghdadi yang mengaku
sebagai khalifah dari kalangan Ahlul Bait.

Padahal khalifah dari Ahlul Bait di akhir zaman
hanya satu, Muhammad bin Abdullah.
Walhamdulillah.

( mujahidin7.blogspot.com )

No comments:

Post a Comment