Sunday, 24 January 2016
Darah rakyat suryah tak di hargai assad (pemimpin Zalim)
Sahabat, pandanglah
genangan itu sedetik saja. Pasti kita bisa
becermin di sana. Namun wajah dan awan yang
menaungi kita nampak bersimbah merah. Tak
ada langit biru dipantulkan ke mata kita, sebab
Suriah telah menjadi lautan darah.
Di tangan Assad dan Putin lautan darah di
Suriah tak ada harganya dibanding minyak!
Begitu bebasnya tirani kejam itu membantai
saudara-saudara kita.
Darah rakyat tak berdosa dicurahkan demi tahta
dan kuasa. Adakah nurani manusia tersisa pada
diri keduanya?
Kepada kita Allah titipkan belas kasih untuk
saudara-saudara kita di Bumi Syam. Di tangan
kita pula amanah kemanusiaan ada untuk
ditebarkan ke relung-relung bumi yang
membutuhkan.
Tetes-tetes darah ini harus dihentikan, dengan
setulus-tulusnya doa dan sebaik-baiknya
pemberian.
Monday, 11 January 2016
AMALAN RINGAN YANG BESAR PAHALANYA
Alhamdulillah washshalatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Kaum muslilmin yang dirahmati Allah, diantara yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pada kita adalah rutin mengamalkan amalan shalih meskipun amalan itu sedikit dan ringan, atau bahkan dipandang remeh oleh sebagian orang. Namun ternyata tanpa kita sangka, ternyata amalan tersebut mengandung pahala yang besar.
Berikut adalah beberapa amalan yang mudah dan ringan untuk dilakukan, namun besar pahalanya, berdasarkan hadits yang shahih:
Pertama, membaca : subhaanallaahi wa bihamdihi subhaanallaahil ‘adzim
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan, dan berat ditimbangan: (yaitu bacaan) subhaanallaahi wa bihamdihi subhaanallaahil ‘adzim [Mahasuci Allah dan dengan memujiNya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung]” (HR. Al Bukhari)
Kedua, wudhu dengan sempurna dan membaca do’a, sebagaimana hadits berikut:
Dari Umar bin Khattab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna, kemudian selesai wudlu dia membaca: asyhadu allaa ilaha illallah wa anna muhammadan abdullahi wa rasuuluh [aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya], maka akan dibukakan untuknya pintu surga yang jumlahnya delapan, dan dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia sukai.” (HR. Muslim)
Ketiga, menghadiri shalat jumat di awal waktu, dengan memperhatikan adabnya.
Dari Aus bin Aus Ats Tsaqafi, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membasuh (kepalanya) dan mencuci (seluruh tubuhnya) di hari jum’at (mandi besar, ed.), lalu berangkat ke masjid pagi-pagi, dan dia mendapatkan khutbah dari awal, dia berjalan dan tidak naik kendaraan, dia mendekat ke khatib, konsentrasi mendengarkan khutbah dan tidak berbicara maka setiap langkahnya (dinilai) sebagaimana pahala puasa dan shalat malam selama setahun.” (HR. Abu Dawud, At tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan dinilai shahih oleh Al Albani)
Abu Zur’ah mengatakan: “Saya tidak pernah menjumpai satu hadits yang menceritakan pahala yang besar dengan amal yang sedikit yang lebih shahih dari hadits ini.”
Keempat, shalat dhuha dua rakaat
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap ruas tulang kalian wajib disedekahi, setiap tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir bernilai sedekah, amar ma’ruf nahi munkar bernilai sedekah, dan semua kewajiban sedekah itu bisa ditutupi dengan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Muslim & Abu Dawud)
Kelima,berdzikir di masjid setelah shubuh.
Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk di masjid sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dia mendapat pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna.” (HR. At Tirmidzi dan dinilai hasan oleh Al Albani)
Keenam, membaca Al Qur’an.
Dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali….” (HR. At Tirmidzi, At Thabrani dan dinilai shahih oleh Al Albani)
Ketujuh, membaca dzikir ketika masuk pasar atau tempat keramaian.
Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang masuk pasar kemudian dia membaca: laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khair, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir [tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah tiada sekutu bagiNya, milikNyalah seluruh kerajaan. Dan milikNyalah seluruh pujian, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahahidup dan tidak mati, di TanganNyalah segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu] maka Allah catat untuknya sejuta kebaikan, Allah hapuskan sejuta kesalahan, dan Allah angkat untuknya satu juta derajat.” (HR. At Tirmidzi, Al Hakim, Ad Darimi dan dinilai hasan oleh Al Albani)
Kedelapan, shalat berjama’ah di masjid.
Dari Abu Umamah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang keluar dalam keadaan suci, menuju masjid untuk melaksanakan shalat jama’ah maka pahalanya seperti pahala seperti orang yang sedang haji dalam keadaan ihram.” (HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh Al Albani)
Kesembilan, berdzikir ketika terbangun dari tidur (nglilir -bhs. jawa)
Dari Ubadah bin Shamit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang terbangun (nglilir) ketika tidur malam kemudian dia membaca: laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir. Alhamdulillah, wa subhanallah, wa laa ilaha illallah wallahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billah [tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata tiada sekutu bagiNya, milikNyalah seluruh kerajaan, milkNyalah segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji milik Allah, Mahasuci Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Mahabesar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah] kemudian dia beristighfar atau berdo’a maka akan dikabulkan. Jika dia berwudhu kemudian shalat dua rakaat maka shalatnya diterima.” (HR. Â Bukhari & Abu Dawud)
Kesepuluh, Shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh.
Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)
Kesebelas, membaca shalawat.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain: “Barangsiapa yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan sepuluh kesalahan, dan diangkat sepuluh derajat.” (HR. An Nasa’i, shahih)
Keduabelas, menjawab adzan dan membaca do’a setelah adzan.
Dari Jabir bin Abdillah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mendengarkan adzan kemudian dia membaca do’a: Allahumma rabba hadzihid da’watittammah washshalatil qa’imah, ati muhammadanil wasilata wal fadhilah wab’ats-hu maqamam mahmudanilladzi wa’adtahu [Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan shalat wajib yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan fadhilah. Bangkitkanlah beliau ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya.] maka dia berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)
Ketigabelas, membaca dzikir setiap pagi dan sore. Diantara dzikir yang disyariatkan adalah membaca : ‘subahanallah wa bihamdihi‘’
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa di waktu pagi dan sore membaca: ‘subahanallah wa bihamdihi‘ seratus kali maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala yang lebih baik dari pahala yang dia bawa, kecuali orang yang membaca seperti yang dia baca atau lebih banyak.” (HR. Muslim)
Keempabelas, mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan maksiat maka dia mendapat dosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)
Kelimabelas, rajin beristighfar.
Dari Ibn Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang rajin beristighfar maka Allah akan berikan jalan keluar setiap ada kesulitan, Allah berikan penyelesaian setiap mengalami masalah, dan Allah berikan rizki yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud, hasan lighairihi)
Selamat mengamalkan.
Sumber: http://buletin.muslim.or.id
Sunday, 10 January 2016
Kisah Seorang Mujahid Paska Konflik Ambon Maluku (Syahidnya Ibnu Hajar)
Jihad bumi Siwalima (Maluku) masih berkobar dan senantiasa membangkitkan semangat para singa-singa Allah untuk selalu melaksanakan syariat Ilahi yang tinggi nan mulia ini, pengorbanan demi pengorbanan telah dipersembahkan dalam Jihad fi sabililah ini.
Adalah seorang pemuda gagah berani bernama Ibnu Hajar , 24 tahun asal Pakisan, Wonosobo, Jawa Tengah. Ibnu Hajar lahir dari sebuah kelaurga yang sederhana ayahnya Yazid (50 th) dan Ibunya Surip (48 th) mendidiknya dengan ajaran Islam dengan ketat sehingga Ibnu Hajar tumbuh dengan kepribadian Islami dan dia sangat disukai oleh masarakat di tempat tinggalnya karena sifatnya yang periang, lucu dan bersahabat sehingga masyarakat Pakisan, Wonosobo, Jawa Tengah begitu mencintainya.
Pada pertengahan Januari 1999 terjadi peristiwa tragis yang menimpa kaum Muslimin Ambon dimana Umat Islam yang saat itu sedang merayakan hari raya Idul Fitri dibantai oleh pasukan Kristen. Mendengar berita yang memilukan ini mukanya merah menahan amarah, darahnya mendidih dan bangitlah semangat jihad untuk menolong saudara-saudaranya di Ambon kemudian dia bangkit lalu kakinya diayunkan mencari informasi ke sagala penjuru untuk dapat berangkat ke bumi Maluku.
Sampai suatu saat terdengarlah khabar bahwa Forum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah mengumandangkan seruan Jihad dengan legimitasi dari para ulama Arab Saudi dan Yaman yang kemudian melakukan perekrutan kaum muslimin secara besar-besaran untuk membantu kaum Muslimin Ambon dengan bergabung bersama Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Mendengar hal tersebut Ibnu Hajar tidak mensia-siakan kesempatan berjihad. Segera dia mendaftarkan dirinya ke DPW FKAWJ Wonosobo untuk bisa bergabung dengan Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ketika mendaftar, adik kandungnya yang bernama Wahyu Hidayat (18 th) tidak ingin kalah dengan kakaknya maka diapun ikut mendaftarkan menjadi anggota Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah. Akhirnya kakak beradik ini dan beberapa orang dari daerah Wonosobo resmi menjadi anggota Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah yang siap berjihad membela saudara-saudarnya di Ambon.
Ibnu Hajar dan teman-teman sanggat proaktif mengikuti kegiatan-kegitan yang diselenggarakan oleh Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah. Sejak Tabligh Akbar yang mengemparkan seantero Indonesia yang dilaksanakan di Senayan sampai tahap latihan gabungan Nasional di Bogor. Semangatnya dalam mengikuti aktivitas Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah diakui oleh teman-temannya.
Sampailah saatnya pemberangkatan gelombang pertama Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah pada bulan Mei 2000. Dengan hati yang senang dan semangat yang menggebu dia berangkat ke Yogyakarta sebagai tempat transit pemberangkatan, tapi sesampainya disana di mendapatkan tugas sementara mencari dana di Jawa untuk membantu teman-temannya di Ambon.
Mendengar perintah tersebut Ibnu Hajar agak sedikit kecewa tapi apa boleh buat dia menerima dengan lapang dada. Tak terasa sudah 3 bulan lamanya dia mencari dana dan diakui oleh koordinatoor Komisi Dana FKAWJ Ibnu Hajar adalah salahsatu orang yang diandalkan dalam mencari dana.
diandalkan dalam mencari dana.
Pada bulan Agustus dia diijinkan berangkat ke Ambon, mendengar hal tersebut bangkitlah kembali semangat menggebu-gebu yang selama ini dia pendam, dengan secepat kilat dia pulang ke rumah orang tuanya di Wonosobo untuk pamitan. Begitu Ibnu Hajar mengemukakan niatnya, ayah dan ibunya menagis haru dan kagum dengan semangat anaknya yang tiada pernah padam walaupun sudah 3 bulan terpendam di hatinya.
Ibnu Hajar bercerita dengan orang tuanya bahwa dia ingin sekali menemui kematian di jalan Allah dengan kata lain mati syahid dan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang selama ini diberitakan didalam Al-Quran dan Hadist Rasullullah sallahu'alaihi wa sallam. Dengan berlinang air mata kedua orangtuanya melepas kepergian sang mujahid ke Ambon. Ibnu Hajar berpesan kepada orangtuanya supaya tidak bersedih karena Allah akan selalu menolong hamba-hambanya selama hamba-hamba-Nya membela agama Allah.
Adiknya yang bersikeras untuk berangkat ditahan oleh Ibnu Hajar untuk menemani dan membantu orangtuanya. Maka di terik matahari yang memecar dari sela-sela pegunungan Dieng yang begitu indah dan menawan sang mujahid yang begitu dicintai masarakatnya pergi meninggalkan kampung halaman untuk berjihad di jalan Allah dan dengan seulas senyum dan wajah ceria dia tampakan sebagai salam perpisahan untuk masarakat Wonosobo, kampung halaman yang dicintainya. Sepoi-sepoi angin gunung sumbing menerpa wajahnya menghantar Ibnu Hajar ke perjalananan suci ini.
Sampailah Ibnu Hajar ke Ambon tempat yang selama ini dia impi-impikan untuk memetik berbagai keutamaan yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ibnu Hajar di tempatkan di desa Ahuru Kotamadya Ambon. Kemudian beberapa saat lamanya dia ikut berbagai macam kegiatan Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah. Sampai puncaknya pada akhir September 2000 di menerima perintah untuk berangkat ke Suli bersama Laskar Jihad yang berjumlah 1 kompi (+ 70 orang) untuk melindungi masyarakat Desa Tulehu dari serangan kaum Kirsten.
Dengan gagah berani Ibnu Hajar berangkat untuk melawan musuh-musuh Allah dengan menyandang sebuah busur panah beserta anak panahnya dan sebilah pedang. Sampai di Suli pasukannya diserang habis-habisan oleh pasukan Kristen dengan dibantu aparat Brimob Kristen dengan gencar sampai terjebak selama 1 hari penuh. Ibnu Hajar hanya menemui 4 buah kelapa muda sebagai pengganjal perut dan itu pun Ibnu hajar tidak kebagian karena dia lebih mendahulukan teman-temannya yang kehausan.
Tidak lama kemudian kembali serangan Kristen dengan membabi-buta menyerang ke arah dia dan teman temanya. Tiba-tiba sebuah timah panas mengenai punggung dan tembus ke paha Ibnu Hajar maka meneteslah darah suci sang mujahid ini menyirami bumi jihad siwalima. Beberapa saat kemudian matanya menutup untuk selama lamanya dengan meninggalkan senyuman manis terlihat di wajahnya dan jiwanya kemudian menemui Khaliq-nya.
Mendengar anaknya meninggal kedua orang tuanya terharu sekaligus bangga karena mempunyai seorang anak yang hidup dan matinya hanya Allah semata dan membela agamanya sampai akhir hayatnya. Subhanallah , Wallahu A'lam Bishawab
Ibnu Hajar bercerita dengan orang tuanya bahwa dia ingin sekali menemui kematian di jalan Allah dengan kata lain mati syahid dan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang selama ini diberitakan didalam Al-Quran dan Hadist Rasullullah sallahu'alaihi wa sallam. Dengan berlinang air mata kedua orangtuanya melepas kepergian sang mujahid ke Ambon. Ibnu Hajar berpesan kepada orangtuanya supaya tidak bersedih karena Allah akan selalu menolong hamba-hambanya selama hamba-hamba-Nya membela agama Allah.
Adiknya yang bersikeras untuk berangkat ditahan oleh Ibnu Hajar untuk menemani dan membantu orangtuanya. Maka di terik matahari yang memecar dari sela-sela pegunungan Dieng yang begitu indah dan menawan sang mujahid yang begitu dicintai masarakatnya pergi meninggalkan kampung halaman untuk berjihad di jalan Allah dan dengan seulas senyum dan wajah ceria dia tampakan sebagai salam perpisahan untuk masarakat Wonosobo, kampung halaman yang dicintainya. Sepoi-sepoi angin gunung sumbing menerpa wajahnya menghantar Ibnu Hajar ke perjalananan suci ini.
Sampailah Ibnu Hajar ke Ambon tempat yang selama ini dia impi-impikan untuk memetik berbagai keutamaan yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ibnu Hajar di tempatkan di desa Ahuru Kotamadya Ambon. Kemudian beberapa saat lamanya dia ikut berbagai macam kegiatan Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah. Sampai puncaknya pada akhir September 2000 di menerima perintah untuk berangkat ke Suli bersama Laskar Jihad yang berjumlah 1 kompi (+ 70 orang) untuk melindungi masyarakat Desa Tulehu dari serangan kaum Kirsten.
Dengan gagah berani Ibnu Hajar berangkat untuk melawan musuh-musuh Allah dengan menyandang sebuah busur panah beserta anak panahnya dan sebilah pedang. Sampai di Suli pasukannya diserang habis-habisan oleh pasukan Kristen dengan dibantu aparat Brimob Kristen dengan gencar sampai terjebak selama 1 hari penuh. Ibnu Hajar hanya menemui 4 buah kelapa muda sebagai pengganjal perut dan itu pun Ibnu hajar tidak kebagian karena dia lebih mendahulukan teman-temannya yang kehausan.
Tidak lama kemudian kembali serangan Kristen dengan membabi-buta menyerang ke arah dia dan teman temanya. Tiba-tiba sebuah timah panas mengenai punggung dan tembus ke paha Ibnu Hajar maka meneteslah darah suci sang mujahid ini menyirami bumi jihad siwalima. Beberapa saat kemudian matanya menutup untuk selama lamanya dengan meninggalkan senyuman manis terlihat di wajahnya dan jiwanya kemudian menemui Khaliq-nya.
Mendengar anaknya meninggal kedua orang tuanya terharu sekaligus bangga karena mempunyai seorang anak yang hidup dan matinya hanya Allah semata dan membela agamanya sampai akhir hayatnya. Subhanallah , Wallahu A'lam Bishawab
Subscribe to:
Comments (Atom)


